Ada kelegaan tersendiri saat aku sedikit berbicara dengannya dan semua ternyata tidak sesuai seperti yg aku harapkan.. aku bahagia bisa tau apa yg sebenarnya terjadi.. tak memungkiri bahwa air mata ini sempat jatuh..entah setetes atau dua tetes..bukan bertetes-tetes..sempat ada rasa sakit yang menggelayut nyeri di ulu hatiku.. tapi ternyata aku bisa tegar juga.. hahaha aku kuat nih apapun yang terjadi aku bisa menerimanya dengan lapang dada..
Dia memintaku untuk sabar menunggu untuk memulai hubungan sebagai seorang sahabat.. ya, aku mengerti.. dia kini bukan milikku lagi, dia kini milik orang lain dan seharusnya aku sudah tak memiliki hak apapun atas dirinya..kadang aku lupa akan hal itu.. mungkin dia meminta kesempatan untuk memulihkan hatinya yang sempat terluka saat kami berpisah..dulu..dulu..aku harus memberinya kesempatan untuk bahagia seperti yang pernah dia lakukan untuk aku..
Sebagai seorang (yg terus mencoba menjadi ) sahabat, aku bisa mengerti keinginannya.. bagaimanapun juga semua rasa dan kenangan yang pernah terjadi antara kami berdua sudah kukubur dalam-dalam..dan aku menganggapnya sebagai suatu noda dalam persahabatan kami yang tak perlu diingat lagi.. jadi, kini aku akan tegar seperti keinginan yang pernah dia ucapkan.. aku akan menunggunya layaknya sahabat yang pengertian..
Memang aku kini sendiri..tanpa sahabatku..tapi akan kupenuhi permintaannya supaya aku menjadi sosok yang tegar dalam hidup..hati ini selalu ada untuknya, sahabat yang sangat aku sayangi..dan selamanya tempatnya tak akan pernah terganti oleh orang lain,
Aku bahagia untuknya.. aku disini selalu berdoa untuknya..
Dia sahabatku.. kekasihku dulu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar