Jumat, 26 November 2010

REVIEW Politicising Democracy: Local Politics and Democratization in Developing, Chapter 3: Bossism and Democracy in the Philippines, Thailand, and In

Frizca Roosdhiana Putri
09/282943/SP/23619

Tulisan yang dibuat oleh T. Sidel ini pada umumnya membahas elit lokal yang terdapat di negara dunia ketiga, khususnya Asia Tenggara. Tujuan penulisan karangan ini adalah untuk mengkritisi argumen Joel Migdal yang memandang Local Strongmen sebagai kebiasaan yang sistematis dan memberi alternatif kerangka berfikir baru bagi para sarjana dan ahli politik dalam menganalisa kasus elit lokal yang terdapat dalam sebuah negara di mana analisa tersebut memusatkan perhatian terhadap adanya peluang elit lokal dalam mengakumulasi dan memonopolisasi ekonomi lokal dan kekuatan politik yang sangat berpengaruh terhadap struktur makro dan mikro suatu negara. Kerangka berfikir ini tidak hanya menjelaskan saat di mana elit lokal mulai timbul dan membentuk suatu kubu pertahanan bagi diri sendiri maupun kelompok mereka, namun juga menjelaskan bagaimana bentuk menyimpang dari peraturan-peraturan yang dibuat oleh elit lokal sendiri untuk mempertahankan kedudukan mereka yang diasumsikan sebagai konteks institusional yang berbeda. Sangat kontras dengan argumen yang disampaikan oleh Joel Migdal bahwa elit lokal muncul dan tumbuh subur di negara dunia ketiga dengan cara memanfaatkan kelemahan negara tersebut, sehingga dengan mudah mengambil kesempatan untuk membangun suatu jaringan masyarakat yang wajar dan otonom. Jaringan masyarakat ini sangat mempengaruhi aspek politik, sosial, dan ekonomi dalam masyarakat. Para elit lokal ini sukses memegang peranan penting dalam kontrol sosial dan mempertahankan kedudukannya melalui peraturan yang dibuatnya sendiri daripada mengemukakan aturan dalam retorik resmi, pernyataan politik, dan merancang undang-undang (Migdal 1988:256). Pola khusus dari kontrol sosial yang diterapkan oleh elit lokal ini terfragmentasikan secara efektif sehingga elit lokal menikmati berbagai macam keistimewaan dan keuntungan di atas pemimpin-pemimpin negara dan birokrat lokal. Hal ini dipetakan oleh Joel Migdal sebagai sebuah “Segitiga Akomodasi” di mana elit lokal menawarkan bagian-bagian yang penting yang disebut sebagai “Strategi Pertahanan” dengan cara berusaha memuaskan kebutuhan dan tuntutan pendukungnya. Intinya, tulisan ini ingin menunjukan variasi lain dari Local Strongman yang dikemukakan oleh Migdal dan berbagai dinamikanya dengan studi kasus di kawasan Asia Tenggara, yaitu negara Filipina, Thailand, dan Indonesia.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari tulisan ini adalah bahwa elit lokal muncul tidak hanya karena negara yang lemah, namun juga kekuatan-kekuatan lokal yang memiliki ketahanan melebihi negara. Kekuatan lokal ini terdiri bermacam variasi, antara lain bossism, klan, dan oligarkhi. Elit lokal yang ada dalam suatu negara sangat mempengaruhi berjalannya struktur pemerintahan di negara tersebut, terutama dalam bidang ekonomi dan politik. Para elit lokal tak jarang menggunakan cara yang ilegal dalam mewujudkan keinginannya, seperti pembelian suara, kecurangan pemilu, dan menyuap aparatur negara. Dalam bidang ekonomi, local strongmen memonopoli sumber daya yang ada dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan pribadi dan pendukungnya. Menilik isu demokrasi dan desentralisasi daerah yang diusung beberapa dekade terakhir ini, elit lokal berasa mendapatkan angin segar, di mana pemerintahan dan kekuasaan tidak hanya dipegang oleh satu tangan saja, yaitu pemerintah pusat. Kondisi ini malahan memantapkan posisi mereka sebagai suatu bagian dari masyarakat yang memiliki kekuatan untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Dalam kasus yang terjadi di Filipina, Thailand, dan Indonesia, elit lokal yang muncul juga dipengaruhi oleh sikap dari penjajahan sebelumnya terhadap para penguasa lokal. Hal inilah yang membuat kasus elit lokal mengakar kuat pada masing-masing negara.
Pendapat saya mengenai tulisan ini adalah bahwa elit lokal yang terdapat dalam suatu negara membentuk kekuatan politik yang sifatnya formal dan informal yang diimplementasikan secara langsung maupun tidak langsung ke dalam struktur pemerintahan suatu negara. Elit lokal ini selain menguasai sektor-sektor penting dalam kehidupan masyarakat, juga mendorong perekonomian menuju ke arah kapitalis yang menguntungkan bagi mereka. Elit lokal tidak dapat dimusnahkan karena sifatnya yang mengungguli pemerintahan yang sah. Tak jarang untuk memperoleh posisi yang strategis dan mempertahankan kekuasaan, mereka melakukan cara kekerasan, baik mental maupun fisik. Sebagai contoh adalah mengakarnya kelompok Jawara di Banten yang dapat dikatakan sebagai penguasa bayangan segala aspek kehidupan masyarakat di Banten, baik aspek politik-pemerintahan, sosial, budaya, dan terutama ekonomi. Misalnya dalam hal pemilihan kepala daerah, untuk mempertahankan posisinya, Jawara di banten mengusung calon yang dengan pasti akan menjamin semua kegiatan dan keinginan Jawara terlaksana. Niatan tersebut dibarengi dengan upaya untuk mewujudkannya, bahkan dengan cara kekerasan. Dalam aspek ekonomi, Jawara di Banten yang terhitung sangat mapan dalam kehidupan ekonomi terus berusaha memperkaya dirinya sendiri dengan cara memenangkan tender-tender proyek dari pemerintah. Tentu saja proses lobbying ini dilakukan dengan cara yang ilegal. Karena sifatnya yang berbentuk klan dan keberlangsungan generasinya terjamin, elit lokal ini susah dihilangkan. Selain itu juga karena elit lokal ini memastikan kenyamanan dan posisi yang strategis bagi para pendukungnya, dan sebaliknya akan membuat perhitungan bagi para lawan-lawannya, maka elit lokal bertahan sebagai kelompok masyarakat yang patut diperhitungkan bagi berjalannya politik dan pemerintahan suatu negara.
Tulisan T. Sidel yang berjudul Politicising Democracy: Local Politics and Democratization in Developing, Chapter 3: Bossism and Democracy in the Philippines, Thailand, and Indonesia: Towards an Alternative Framework for the Study of ‘Local Strongmen’ ini sangat relevan dengan materi Dinamika Politik Lokal: Dari Orang Kuat, Klan, Hingga Oligarkhi karena mengupas dengan tuntas mengenai elit lokal yang berkuasa di suatu negara yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi struktur makro dan mikro negara tersebut. Tulisan ini juga membahas pendapat ahli lain mengenai Local Strongmen sehingga mampu memberikan perbandingan yang menyeluruh terhadap fenomena elit lokal yang ada dalam suatu negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar