Rabu, 09 Februari 2011
Satu Untuk Indonesia
Miris banget ya kalo belakangan ini nonton berita.. ada kekerasan di mana-mana.. ga usah di Mesir deh yang lagi demo besar-besaran diwarnai tindak kekerasan dan kriminalitas, di Indonesia.. saling menyerang, menyiksa, bahkan membunuh di antara saudara sendiri tu udah jadi hal yang biasa. Mereka yang dirasa ga sekelompok, ga se-ideologi, ga se-agama dianggap salah... salah di sini masih masuk ke pengertian manusia lho…
Mungkin berhubungan dengan hal itu juga khotbah di gereja minggu kemarin Romo-nya kasih cerita perumpamaan inspiratif tentang Yesus yang maniak sepak bola. Jadi, di suatu hari ada pertandingan sepak bola antara kesebelasan Kristiani sama kesebelasan non Kristiani, di situ Yesus nonton duduk dengan asyiknya. Waktu kesebelasan kristiani berhasil mencetak gol, Yesus teriak-teriak girang sambil loncat-loncat, niup terompet. Tak lama kemudian, kesebelasan non Kristiani berhasil menyamakan kedudukan, Yesus juga tetep kegirangan kaya tadi. Yang di sebelah Yesus jadi bingung..ini sebenernya Yesus mihak yang mana sih kok dua-duanya masukin gol dan Yesus tetep loncat-loncat seneng. Yesus jawab gini “Aku tidak memihak siapapun. Yang penting adalah pencetakan gol. Itu kan esensi dari sepak bola. Pokoknya aku maniak sepak bola, terserah siapa yang mencetak gol”. Ya, begitulah esensi pencetakan gol adalah esensi kehidupan. Siapapun yang melakukan, apapun agama, ideology, dan kepercayaannya. Pencetakan gol dalam kehidupan ini merupakan suatu proses dan hasil kita memaknai nilai-nilai ‘vertikal’ dan ‘horisontal’, dengan Tuhan dan dengan sesama. Keduanya harus seimbang. Kadang-kadang manusia hanya berpikir bahwa Tuhan yang utama, aku ga bilang sih mereka salah memahami atau gimana, tapi yang aku tahu, Tuhan itu kan Maha Kasih, kalau mereka benar-benar mengandalkan Tuhan dalam kehidupan mereka.. masa iya, mereka tega menodai nilai-nilai kemanusiaan? Alasan membela Tuhan dan membela agama itu ambigu banget ya.. mengutip kata Gus Dur, Tuhan itu kan ga perlu dibela.. lagian setauku di agama manapun ga diajarin bunuh membunuh gitu.. kalo emang itu dirasa salah.. doakan! Kan malah membuktikan kalo kita punya agama.. Tuhan ga pernah liat agama kita kok.. ga mungkin lah waktu mati ditanyain “kamu agamanya apa..? ohh agama X..?kamu ga boleh masuk surga” ga mungkin kaya gitu, pasti yang diutamain adalah perbuatan kita. Buat apa tiap hari belajar Kitab Suci, belajar agama sampai ke akar-akarnya tapi ga punya rasa kemanusiaan..?
Kita harus tau, semakin terpecah, kita bakal semakin hancur.. Indonesia yang ada sekarang ini udah rapuh banget!! Jangan tambahin lagi lah masalah-masalah yang harusnya ga terjadi.. mau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua.. mau suku Jawa, Batak, Sunda, Dayak, Madura, kulit hitam kulit putih.. Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Khonghucu, Kejawen, ga punya agama.. mau yang agamis, marhaenis, nasionalis, liberalis, sosialis.. itu semua ga ada bedanya.. Cuma identitas yang melekat dalam diri kita aja yang jelas kita itu tetep satu.. INDONESIA. Oke?? INDONESIA yang ber-BHINNEKA TUNGGAL IKA!!!!!! Ga ada bedanya..!
Kata Bung Karno, persatuan Indonesia adalaha condition sine qua non syarat mutlak bagi tegak dan jayanya Indonesia, ga bisa ditawar-tawar lagi. Jadi, udah jelas kan.. ayolah kita berdamai, ayolah kita bersatu.. kita bangkit lagi dari keterpurukan ini.. kita bangun Indonesia yang baru..! berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, susah senang kita rasakan sama-sama.
Yaaahh..tulisan ini entah bisa ngrubah keadaan atau nggak at least aku uda ngeluarin unek-unekku, mungkin sekarang aku ga bisa apa-apa.. tapi suatu hari nanti aku akan jadi salah seorang Putra Sang Fajar yang bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi..aku janji!
HIDUP INDONESIA BARU!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar