Ya Allah (keluh saya dalam hati), kenapa cinta kami yang tulus dan kuat Kau hancurkan lewat cara penyembahan terhadap-Mu yang berbeda-beda? Bukankah cara penyembahan itu akhirnya menuju Kau juga, ya Allah? Cemburukah Kau terhadap percintaan kami? Sehingga Kau hanya merestui hubungan cinta antara mereka yang sama cara penyembahannya terhadap-Mu? Kenapa kali ini Kau juga tidak membukakan pintu dan menunjukan jalan bagi kami berdua, ya Allah?
**
Dikutip dr PARA PRIYAYI Sebuah Novel, karangan Umar Kayam
Jumat, 20 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)